Total Tayangan Halaman

Jumat, 28 September 2012

Kata Bijak Tokoh Dunia



Kata Bijak Tokoh Dunia
"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapa pun juga." Bung Tomo

"Kekuatan bukan berasal dari kemenangan. Perjuangan Anda lah yang melahirkan kekuatan. Ketika Anda menghadapi kesulitan dan tak menyerah, itulah kekuatan." Arnold Schwarzenegger.

"Orang-orang optimis melihat bunga mawar, bukan durinya; orang-orang pesimis terpaku pada duri dan melupakan mawarnya." Kahlil Gibran

"Seorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan; seorang optimistis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan." Winston Churchil.

"Batasan segala kemungkinan hanya dapat didefinisikan ketika kita mampu menembus ketidakmungkinan." Sir Arthur C Clarke.

"Penampilan fisik hanyalah sekilas dari apa yang sebenarnya tidak terlihat." Anaxagoras (filusuf yunani)

"Dalam setiap keindahan, selalu ada mata yang memandang. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Dalam setiap kasih, selalu ada hati yang menerima." Ivan Panin.

"Siapa yang mencoba, maka terjadilah. Siapa yang berkehendak, maka tercapailah. Dan, siapa yang mencinta, maka hiduplah." Anne McCaffrey.

"Visi bisa jadi adalah kekuatan terbesar kita. Ia selalu membangkitkan daya dan kesinambungan hidup; Ia membuat kita memandang masa depan dan memberi kerangka tentang apa yang belum kita ketahui." Li Ka Shing, Miliuner Hong Kong.

"Semua jenis kebijaksanaan itu berakar pada dua kata, kesabaran dan harapan." Alexandre Dumas Pere.

"Anda tak akan mampu membangun sebuah karakter dan keberanian seseorang dengan merampas inisiatif dan kebebasannya." Abraham Lincoln.

"Sesuatu yang kita hadapi tidak selalu bisa diubah; namun, kita tidak bisa mengubah sesuatu sampai kita menghadapinya." James A Baldwin.

"Di tiap musibah yang menimpa Anda, ingatlah untuk bercermin dan bertanya tentang daya apa yang bisa Anda upayakan guna menarik pelajaran positif dari kejadian itu." Epictetus, Filsuf Yunani.

"Bumi ini cukup untuk tujuh generasi, namun tidak cukup untuk tujuh orang serakah." Mahatma Gandhi.

"Adalah sebuah tantangan bagaimana berpolitik sebagai suatu seni merealisasikan apa yang tak mungkin menjadi mungkin." Hillary Rodham Clinton

"Perempuan itu bagaikan oven. Perlu waktu 5 hingga 15 menit untuk memanaskannya." Sandra Bullock

"Saya memiliki tiga harta. Jaga dan peliharalah: cinta yang dalam, kesederhanaan, ketidakberanian memenangkan dunia. Dengan cinta yang dalam, seseorang akan jadi pemberani. Dengan kesederhanaan, seseorang akan menjadi dermawan. Dengan ketidakberanian memenangkan dunia, seseorang akan menjadi pemimpin dunia." Lao-tzu

"Tragedi sesungguhnya dari orang-orang miskin adalah kemiskinan mereka akan aspirasi" Adam Smith

"Mengetahui saja tidak cukup, kita harus mengaplikasikannya. Kehendak saja tidak cukup, kita harus mewujudkannya dalam aksi." Leonardo da Vinci

"Hampir semua pria memang mampu bertahan menghadapi kesulitan. Namun, jika Anda ingin menguji karakter sejati pria, beri dia kekuasaan." Abraham Lincoln

"Janganlah mencoba menjadi orang sukses. Jadilah orang yang bernilai." Albert Einstein

"Untuk menjadi modern kebanyakan orang malah sibuk memerhatikan gaya berpakaian, cara berbicara, kebiasaan atau perilaku tertentu. Padahal bukan itu yang disebut modern. Hal-hal seperti itu adalah bagian yang sangat dangkal dari modernitas." Indira Gandhi

"Kenali musuh dan kenali diri Anda, maka Anda tak akan pernah terancam dalam seratus pertempuran." Sun Tzu

"Seseorang menjadi bijaksana ketika dia mulai mengukur seberapa besar ketidakpeduliannya atas sesuatu hal" Gian Carlo Menotti

"Harapan adalah tabir alami untuk menyembunyikan ketelanjangan kebenaran." Alfred Bernhard Nobel

"Waktu akan selalu tersedia bagi mereka yang mau memanfaatkannya." Leonardo Da Vinci

"Jauh lebih mudah mengubah dan merekayasa atom-atom plutonium daripada mengubah sifat jahat yang berdiam di dalam diri manusia." kata bijak Albert Einstein

"Seseorang harus cukup berani mengakui kesalahan, cukup pintar untuk mengambil pelajaran dari kesalahan, dan cukup tangguh untuk bisa mengoreksi kesalahan." John C Maxwell

"Kemerdekaan tidak diberikan begitu saja oleh pihak penindas, karena itu sang tertindaslah yang harus memperjuangkannya." Martin Luther King Jr

"Tidak ada hal hebat yang tercipta dalam sekejap." Epictetus

"Pesimisme mengarah pada kelemahan. Optimisme mengarah pada kekuatan." William James

"Semakin aku banyak membaca, semakin aku banyak berpikir; semakin aku banyak belajar, semakin aku sadar bahwa aku tak mengetahui apa pun." Voltaire

"Risiko datang dari ketidaktahuan atas apa yang Anda kerjakan." Warren Buffet

"Jika Anda tidak dapat menjelaskan sesuatu hal secara sederhana, itu artinya Anda belum cukup paham." Albert Einstein

"Laki-laki yang paling pantas dikasihani adalah dia yang mengubah mimpi-mimpinya menjadi emas dan perak." Kahlil Gibran

"Lupakan soal suka dan tidak suka. Keduanya bukanlah konsekuensi. Kerjakan apa yang harus dikerjakan. Mungkin itu bukan sesuatu yang membahagiakan, namun di situlah terletak kebesaran." George Bernard Shaw

"Ada banyak cara sederhana untuk memperluas dunia anak-anak Anda. Mencintai buku adalah yang paling baik dari cara-cara itu" Jackie Kennedy

"Dalam memotivasi orang, libatkanlah pikiran dan hati mereka. Untuk melibatkan perasaan orang lain, gunakanlah ide-ide produktif dan kegembiraan." Kata Bijak Rupert Murdoch

"Mereka yang paling radikal mendukung revolusi akan menjadi kelompok paling konservatif sehari setelah revolusi terjadi." Hannah Arendt

"Jika Anda harus melanggar hukum, lakukanlah untuk merampas kekuasaan yang korup; untuk kasus-kasus lain pelajarilah lebih dulu." Julius Caesar

"Jika seluruh ekonom saling berkumpul, mereka justru tidak akan pernah mencapai suatu kesepakatan." George Bernard Shaw

"Guru terbaik adalah kesalahan terakhir yang Anda lakukan." Ralph Nader

"Kehidupan bagaikan sebuah kebun binatang di tengah rimba raya." Peter de Vries

"Jangan pernah sekalipun mendengar harapan orang lain. Lalui jalan hidupmu sendiri dan hiduplah dengan harapan-harapanmu." Tiger Woods

"Orang lemah tidak pernah bisa memaafkan karena memberi maaf hanya dapat dilakukan oleh orang yang kuat." Mahatma Gandhi

"Sukses dalam berbisnis membutuhkan latihan, disiplin, dan kerja keras." David Rockefeller

"Sukses adalah sembilan puluh sembilan persen kegagalan." Soichiro Honda

"Ketakutan terbesar dalam hidup saya adalah dilupakan orang." Evita Peron

"Tidak peduli apakah kucing itu berwarna hitam atau putih, yang penting bisa menangkap tikus." Deng Xiaoping

"Kita jatuh sakit secara moral karena kita terbiasa mengatakan sesuatu yang berbeda dari apa yang kita pikirkan." Vaclav Havel

"Sesuatu yang dapat kamu bayangkan adalah nyata." Pablo Picasso

"Seseorang akan menjadi bijaksana ketika dia mulai menghitung sedalam apa kira-kira kebodohannya." Gian Carlo Menotti

"Siapa yang berdiam diri di masa lalu akan kehilangan masa depan." Raja Hussein dari Yordania

"Anda tidak bisa mengajari sesuatu kepada seseorang; Anda hanya dapat membantu orang itu menemukan sesuatu dalam dirinya." Galileo Galilei

"Saya datang dengan setangkai buah zaitun di satu tangan dan senjata pejuang kemerdekaan di tangan lain. Jangan biarkan tangkai zaitun itu terlepas dari tangan saya." Yasser Arafat

"Seseorang bertanggung jawab atas takdirnya sendiri, namun manusia juga memiliki kemampuan untuk menghilangkan takdir itu." Kim Jong Il

"Jika Anda mengadili orang, Anda tidak akan punya waktu untuk mencintai mereka." Bunda Teresa

Jumat, 14 September 2012

sugiarto: sejarah Intlektual

sugiarto: sejarah Intlektual: Sejarah Intelektual (Sartono Kartodirdjo) dan Pemikiran Islam (Kuntowijoyo) Sejarah intelektual dalam bahasa Sartono Kartodirdjo adalah men...

sejarah Intlektual

Sejarah Intelektual (Sartono Kartodirdjo) dan Pemikiran Islam (Kuntowijoyo)
Sejarah intelektual dalam bahasa Sartono Kartodirdjo adalah mencoba mengungkapkan latar belakang sosio-kultural para pemikir, agar dapat mengekstrapolasikan faktor-faktor sosio-kultural yang mempengaruhinya. Dengan demikian, kita tidak mudah jatuh ke suatu absolutisme atau determinisme. Memang pandangan historis sebaiknya akan lebih mendorong ke suatu relativisme dalam menghadapi pelbagai ideologi beserta doktrin-doktrinnya. Pengkajian bidang sejarah intelektual dari yang barang tentu memiliki peninggalan tertulis, cukup dipermudah dengan adanya dokumentasi pelbagai mentifact. Aspek yang sangat menarik dari sejarah intelektual ialah dialektik yang terjadi antara ideologi dan penghayatan oleh penganutnya. Adapun tema-tema yang dikembangkan dalam Sejarah Intelektual adalah pemikiran yang dilakukan oleh perseorangan (Soekrano, Natsir, John Locke), Isme atau Paham (nasionalisme, sosialisme, pragmatisme), gerakan intelektual (aliran Frankfurt, Strukturalisme, Pasca Modernisme), periode (The Age of Belief, Renaissance, Pencerahan), dan pemikiran kolektif (MUI, Muhammadiyah, NU).
Kuntowijoyo mengemukakan bahwa perkembangan pemikiran Islam di Indonesia dibagi menjadi tiga fase, yakni fase religis, fase ideologis dan sistemis. Dalam buku Penjelasan Sejarah, Kuntowijoyo menjelaskan arti ketiga dengan bahasa Periodisasi Sejarah Kesadaran Umat Islam Indonesia: Mitos, Ideologi dam Ilmu. Kuntowijoyo menjelaskan adanya evolusi kesadaran, ke dalam tiga periode berturut-turut, yaitu kesadaran mistis, kesadaran ideologis dan kesadaran ilmiah. Periodisasi dimulai pada abad ke-19 sampai kurang lebih tahun 2000an. Periode mitos terjadi ketika umat berpikir bahwa seorang pemimpin (Imam Mahdi, Ratu Adil) akan membebaskan mereka dari ketidakadilan. Periode ideologi terjadi ketika umat menganggap bahwa ideologi politik akan membawa mereka kepada kemenangan. Periode ilmu dicapai ketika umat percaya bahwa jalan ilmu (rasionalitas, objektivitas, inklusivitas) akan mengangkat mereka dari keterpurukan dan menjadikan Islam sebagai rahmat untuk seluruh manusia. Dalam analisis saya, pandangan Kuntowijoyo ini erat kaitannya dengan lintasan sejarah pemikiran Indonesia yang memang disetiap zamannya selalu ada karakteristik khusus (selalu ada zeit geist atau semangat zaman). Fase pertama yaitu periode religis atau mistis muncul pada abad ke-19 ketika perubahan-perubahan pemikiran Islam ramai atau dapat dikatakan sebagai pembaharuan Islam terjadi di tanah air misalnya keberadaan Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabau yang melakukan pembaharuan Islam di wilayah Padang dengan mengkritisi dan menyerang tradisi kaum adat, atau Syaikh Ahmad Chatib Sambas yang menggabungkan Tarekat Naqsabandiyah dan Qadariah menjadi Tarekat Qadariah wan Naqdabandiyah, hal serupa dilakukan oleh Syaikh Abdul Sammad Al Palembangi, keduanya bergerak dalam bidang tarekat atau tasawuf. Pada fase ini, kharisma kepemimpinan sesorangan sangat menonjol sekali untuk mampu mempengaruhi masyarakat kedalam pemikirannya. Kemudian pada periode Ideologis, dapat dipetakan pada paruh pertama abad ke-20 sekitar tahun 1900-1950an. Pada fase ini, perkembangan ideologis diawali dengan kemunculan ideologi Kebangsaan yang datang dari kaum liberal Eropa sebagai akibat bermunculannya negara-negara kesatuan, ideologi Islam yang terinsiprasi dari konsep Pan Islamisme Jamaluddin Al Afgani, maupun ideologi Marxis Sosialis yang didatangkan dari Eropa Timur (Uni Soviet). Semua ideologi ini saling berebut kekuasaan dan pengaruh di Indonesia terutama kepada umat Islam yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia, puncak dari periode ini adalah ketika Soekarno mengagas NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis) sebagai upaya penggabungan dari tiga pemikiran ideologi besar yang eksis di Indonesia waktu itu pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-2965). Terakhir adalah periode sistemis atau ilmu, pada periode ini perkembangan ilmu pengetahuan yang sedemikian pesat pada paruh kedua abad ke-20 mendorong umat Islam untuk lebih rasional dalam menjawab tantangan maupun permasalahan masyarakat dan zaman. Maka muncullah pemikir-pemikir Islam semisal Kuntowijoyo sendiri, atau Nurcholish Majid, Harun Nasution, HM. Rasyidi dan lain sebagainya. Mereka semua memadukan berbagai aspek ilmu pengetahuan untuk pada akhirnya mendapakan kesimpulan sebagai jawaban permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam umat islam pada paruh kedua abad ke-20 ini.

Kuntowijoyo mengatakan bahwa sejarah pemikiran selalu mulai dari teks, “pada mulanya adalah teks (dengan ditebalkan oleh Kuntowijoyo sendiri)”. Karenanya tidak membatasi diri hanya pada pemikiran perorangan, dan pemikiran–pemikiran teoritis sebagaimana lazimnya sejarah intelektual, tetapi juga pemikiran praktis dari sosiologi pengetahuan. Maka disini, masih menurut kuntowijoyo fungsi teks dapat disederhanakan termasuk aplikasi dalam penulisan sejarah:
a.genesis pemikiran misalnya Tjokroaminoto yang menulis tentang Islam dan Sosialisme terpengaruh buku-buku agama tentang kesalehan para pemimpin islam terdahulu. Kemudian Islam dan Sosialisme mempengaruhi tokoh-tokoh Masyumi, karena kemudian buku ini berkali-kali dicetak kembali oleh penerbit Masyumi.
b.konsistensi pemikiran, dalam buku Deliar Noer, Mohammad Hata: Biografi Politik kita melihat betapa konsistennya Hatta dalam bersikap terhadap komunisme. Demikian pula konsistensi sebagai seorang puritan yang demokrat yang nampaknya menjadi sebab perpisahan dengan Soekarno.
c.evolusi pemikiran, misalnya pemikiran kemanusiaan Soejatmoko yang digambarkan dalam disertasi Siswanto Masruri Menuju Humanitarianisme: Studi Evolusi Pola Pemikiran Kemanusiaan Soejatmoko digambarkan pemikirannya berevolusi dari soal-soal nasionalisme, ke humanisme, dan akhirnya ke humanitarianisme.
d.sistematika pemikiran, misalnya disertasi Sri Suhandjati Ajaran Tatakrama Yasadirpura II dalam Serat Sasanasunu: Perpaduan Syariat Islam dengan Budaya Jawa.
e.perkembangan dan perubahan, misalnya buku Soekarno Dibawah Bendera Revolusi nampak adanya perkembangan dan perubahan dalam konsep pemikiran sesudahnya. Konsep Nasionalisme, Islam, dan Marxisme dalam buku itu berkembang dan berubah menjadi NASAKOM pada pra-1965. Islam berkembang dan berubah jadi Agama, dan Marxisme jadi Komunisme.
f.varian pemikiran, misalnya buku Clifford Geertz Abangan, Santri, Priyai dalam Masyarakat Jawa.
g.komunikasi pemikiran, dalam buku Dibawah Bendera Revolusi yang merekam pemikiran Soekarno dalam Fikiran Rakyat ada sedikit komunikasi intelektual antara Soekarno dan A. Hassan mengenai najis, tetapi kita belum melihat secara langsung jawaban-jawaban A. Hassan.
h.internal dialectics dan kesinambungan pemikiran, buku Herbert Feith dan Lance Castle (eds), Indonesian Political Thinking 1945-1965 mendokumentasikan pemikiran politik dua dasawarsa dalam lima belas pokok pikiran.

Mengamati pemikirian Sartono Kartodirdjo dalam kajian sejarah Intelektual yang berkaitan dengan sosio-kultural bahwa ternyata segala sejarah intelektual yang memerlukan teks dalam kajiannya itu, takkan pernah lepas dari bahasa dan simbol-simbol lokal yang tentu saja harus bisa dipahami dari kebudayaan yang mempunyai mentifact (fakta kejiwaan) tersebut. Maka diperlukan pengetahuan kebudayaan untuk dapat menginterpretasikan berbagai makna kata-kata sebagai simbol dari pikiran, ide, nilai dan lain sebagainya. Misalnya mengenai mitos Nyai Roro Kidul sebagai cerita rakyat atau yang tercantum dalam Babad Tanah Jawi. Apakah peranan tokoh mitologis itu dalam masyarakat Mataram khusunya dalam dinastinya? Kepercayaan pada tokoh itu adalah mentifact, terlepas dari realitas objektifnya. Untuk memahami peranan tokoh itu diperlukan pengetahuan kebudayaan Mataram serta pandangan dunianya, yaitu adanya aliansi antara Dewi Lautan Selatan dengan Raja Mataram, suatu persekutuan yang mencerminkan kepercayaan akan gambaran dunia sebagai makrokosmos sebagai persatuan manusia dengan alam semesta. Proses mitologisasi atau kosmosisasi itu akan memberi makna penting bagi eksistensi penguasa.
Sejarah intelektual
Fokus utama sejarah intelektual adalah bagaimana lahirnya pemikiranpemikiran
manusia. Pemikiran-pemikiran yang dikaji dalam sejarah intelektual
adalah pemikiran yang memberikan pengaruh terhadap kehidupan manusia,
baik dalam ruang lingkup yang kecil maupun ruang lingkup yang besar.
Hasil pemikiran manusia dapat berupa filsafat atau ilmu pengetahuan.
Apabila filsafat yang dikaji, maka akan melahirkan sejarah filsafat, misalnya
aliran-aliran filsafat yang berkembang di Yunani. Hal ini menjadi kajian sejarah
yang menarik karena pemikiran filsafat Yunani memberikan pengaruh yang
cukup besar terhadap perubahan dunia.
Sejarah intelektual bisa dikaji dalam konteks perkembangan ilmu
pengetahuan. Misalnya perkembangan ilmu pengetahuan di Barat. Untuk melihat
bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan di Barat, maka harus dilacak
ke belakang, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Islam. Orangorang
Barat pada masa itu banyak mempelajari pemikiran-pemikiran dari
para cendikiawan muslim, seperti ilmu kedokteran dari Ibnu Sina, sehingga
di Barat nama Ibnu Sina dikenal dengan sebutan Avicena. Kajian tentang
perkembangan ilmu pengetahuan di Barat dapat merupakan tema dalam sejarah
intelektual.
Sejarah intelektual di Indonesia dapat kita kaji. Kita dapat mengkaji
beberapa pemikiran tentang tokoh-tokoh. Bagaimana kita mengkaji pemikiranpemikiran
para tokoh pejuang Indonesia, kita dapat mulai mempelajarinya
dari latar belakang pendidikannya. Kebanyakan dari tokoh-tokoh pejuang
Indonesia berlatar belakang pendidikan Barat (Belanda). Walaupun mereka
belajar dari pemikiran-pemikiran Barat, tetapi dalam prakteknya para tokoh
tersebut mencoba menyesuaikan dengan kondisi objektif masyarakat di Indonesia.
Misalnya gagasan tentang ekonomi kerakyatan menurut Mohammad Hatta,
gagasan marhaenisme menurut Soekarno, gagasan nasionalisme manurut Ki
Hajar Dewantara, gagasan tentang negara menurut Mohammad Natsir, gagasan
sosialisme menurut HOS Cokroaminoto. Gagasan-gagasan dari para tokoh
pemimpin Indonesia ini penting kita pelajari, karena gagasan-gagasan mereka
cukup berpengaruh dalam perubahan sosial politik di Indonesia. Marhaenisme
Soekarno pada dasarnya merupakan bentuk sosialisme yang ditafsirkan dengan
kondisi nyata bangsa Indonesia. Nasionalismenya Ki Hajar Dewantara adalah
nasionalisme yang berakar dari kebudayaan Indonesia, khususnya Jawa. Gagasan
nasionalismenya kemudian ia terapkan pada sistem persekolahan yang didirikannya, yaitu Sekolah Taman Siswa. Sekolah ini memberikan peran
sejarah yang cukup penting dan sampai sekarang sekolah ini masih tetap
ada. Sosialisme Cokroaminoto merupakan bentuk reaksi terhadap komunisme
yang waktu itu masuk ke dalam tubuh Syarekat Islam. Gagasan nasionalisme
Cokroaminoto berakar dari nilai-nilai agama Islam. Ekonomi kerakyatan yang
dimaksud oleh Mohammad Hatta dan cocok dengan nilai-nilai budaya bangsa
Indonesia adalah koperasi, karena dalam diri bangsa Indonesia terdapat nilai
kekeluargaan yang merupakan ciri dari koperasi.

INOVASI METODE PEMBELAJARAN SEJARAH

INOVASI METODE PEMBELAJARAN SEJARAH


pelajaran sejarah sampai saat ini masih menjadi mata pelajaran yang terkatagori nomer dua, bahkan nomer sekian dari beberapa mata pelajaran yang di sampaikan di sekolah sehingga guru apapun basic pendidikannya, dan dengan pertimbangan sejarah adalah mata pelajaran hapalan dan mudah maka guru apapun dapat mengajarkannya.
Ironi memang, di saat pemerintah mulai mencanangkan profesionalisme dalam pembelajaran dengan diluncurkannya sertifikasi guru, masih banyak ditemukan di temukan sekolah yang memberikan tugas kepada guru yang tidak berbasic sejarah mengajar sejarah, kapan yang namanya profesionalisme dapat dicapai.Itu adalah sisi pembelajaran sejarah yang terkatagori tidak tepat, tetapi disisi lain kadang kekeliruan datang dari ketidakmampuan guru sejarah menciptakan inovasi model pembelajaran, ataupun menggunakan metode pembelajaran yang kreatif.
kekeliruan metode pembelajaran sejarah yang dikembangkan oleh guru disebabkan oleh faktor: (1) padatnya materi pelajaran sehingga memungkinkan untuk mengambil jalan pintas, berarti mengabaikan aspek afektif dan psikomotorik; (2) guru tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk membelajarkan sejarah yang dapat menarik minat siswa; dan (3) guru cenderung menggunakan satu metode dalam membelajarkan keseluruhan materi, tanpa mempertimbangkan karakteristik dari setiap topik materi yang disampaikan. Kekeliruan dalam pembelajaran sejarah semakin mendapat penguatan karena pilihan pekerjaan menjadi guru sejarah bukan panggilan moral, tetapi hanya ingin cepat mendapat pekerjaan
ada empat komponen yang saling berkait dan menjadi penyebab munculnya masalah dalam pembelajaran sejarah, yakni: (1) tenaga pengajar sejarah yang pada umumnya miskin wawasan kesejarahan karena ada semacam kemalasan intelektual untuk menggali sumber sejarah, baik berupa benda-benda, dokumen maupun literatur. Pengajar sejarah yang baik adalah mereka yang mampu merangsang dan mengembangkan daya imajinasi peserta didik sedemikian rupa, sehingga cerita sejarah yang disajikan menantang rasa ingin tahu; (2) buku-buku sejarah dan media pembelajaran sejarah yang masih terbatas; (3) peserta didik yang kurang memberikan respons positif terhadap pembelajaran sejarah; dan (4) metode pembelajaran sejarah pada umumnya kurang menantang daya intelektual peserta didik.
Tanpa bermaksud mengabaikan pentingnya membenahi komponen lain, tampaknya pembenahan metode pembelajaran sejarah paling realistis, karena terjangkau oleh guru dan relatif kecil biayanya.apabila kita ingin memperbaiki citra buram dari pelajaran sejarah, diperlukan antara lain usaha-usaha perbaikan cara mengajar guru sejarah. agar sejarah dapat berfungsi, metode pembelajaran sejarah di sekolah harus dibenahi. Pembenahan metode pembelajaran sejarah tidak sekadar menjadi pemicu minat belajar, tetapi juga sebagai salah satu instrument yang berperan memproses anak didik agar mendapat hasil belajar yang baik.
Langkah awal untuk merevitalisasi metode pembelajaran adalah berusaha memahami bagaimana seharusnya mata pelajaran sejarah diajarkan. Setidaknya, ada lima unsur pembelajaran sejarah yang harus diimplementasikan: (1) variatif; pembelajaran apapun yang dilakukan jika monoton pasti membuat siswa jenuh, bosan, dan akhirnya kurang berminat. Hal ini terjadi dalam pembelajaran sejarah, karena terkonsentrasi pada penerapan metode ceramah, sehingga kesan yang muncul adalah mata pelajaran sejarah identik dengan metode ceramah, bahkan sebagian besar guru sejarah berasumsi bahwa materi sejarah dapat dipindahkan secara utuh dari kepala guru ke kepala peserta didik dengan metode pembelajaran yang sama
(2) dari fakta ke analisis; pembelajaran sejarah di berbagai sekolah ternyata lebih menekankan pada fakta sejarah dan hafalan fakta seperti pelaku, tahun kejadian, dan tempat kejadian. Idealnya, pembelajaran sejarah bukan sekadar transfer of knowledge tetapi juga transfer of value, bukan sekadar mengajarkan siswa menjadi cerdas tetapi juga berakhlak mulia. Karena itu, pembelajaran sejarah bertujuan untuk mengembangkan keilmuan sekaligus berfungsi didaktis, bahwa maksud pengajaran sejarah adalah agar generasi muda yang berikut dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman nenek moyangnya.
Menurut Mestika Zed siswa tidak cukup dijejali kesibukan kognitif menghafal pengetahuan lewat fakta-fakta yang sudah mati di masa lalu, sebagaimana banyak terjadi selama ini (Kompas, 13 Agustus 2005). Secara tegas Soedjatmoko (1976:15) menggariskan bahwa harus dibuang cara-cara mengajarkan sejarah yang mengutamakan fakta sejarah. Pandangan ini sangat penting diimplementasikan dalam pengajaran sejarah agar tidak terjadi apa yang dikhawatirkan oleh Winamo Surachmad (1978:9), yaitu siswa tidak berhasil tiba pada taraf kemampuan untuk melihat dan berpikir secara historis, tetapi pengetahuan sejarah mereka berhenti dan terbelenggu oleh sekumpulan data, fakta, dan nama-nama orang. Karena itu, pembelajaran sejarah tidak boleh berhenti pada tingkat fakta, tetapi harus sampai pada domain analisis.
(3) terbuka dan dialogis; praktek pembelajaran sejarah yang tertutup dan monoton berpotensi membawa siswa dalam suasana kelas yang kaku, sehingga memunculkan sikap kurang antusias. Karena itu, guru sejarah wajib mendesain pembelajaran yang bersifat terbuka dan dialogis. Keterbukaan dan dialogis mengharuskan guru sejarah untuk tidak menganggap dirinya sebagai satu-satunya sumber kebenaran di kelas, sebab paradigma teacher centered yang cenderung membuat suasana kelas menjadi tertutup dan tidak mampu menumbuhkan kreativitas siswa sudah harus ditinggalkan kemudian beralih ke student centered.
(4) divergen; sejalan dengan pembelajaran sejarah yang menekankan pada analisis dan dialogis, penerapan prinsip divergen sangat penting agar pembelajaran sejarah terhindar dari kecenderungan yang hanya menyampaikan fakta sejarah. Pembelajaran sejarah bukan hanya 20 + 20 = 40, melainkan juga … (+, x, -, dan …= 40. Artinya, pembelajaran sejarah menghendaki pemecahan suatu masalah dengan memberi peluang kepada siswa untuk menganalisis dan melahirkan banyak gagasan. Dengan demikian tidak cukup sekadar guru menanyakan: “Siapa tokoh proklamator Indonesia?” melainkan harus dikembangkan menjadi: “Mengapa Soekarno – Hatta yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia?.”
(5) progresif; pembelajaran sejarah perlu didasarkan pada prinsip progresif. perspektif baru pendidikan sejarah harus progresif dan berwawasan tegas ke masa depan. Apabila sejarah hendak berfungsi sebagai pendidikan, maka harus dapat memberikan solusi cerdas dan relevan dengan situasi sosial dewasa ini. Penekanan prinsip ini merupakan pengewejantahan mata pelajaran sejarah dengan watak tridimensional.

sugiarto: Malcom X

sugiarto: Malcom X: Biografi Malcom X - Pendakwah Islam dari Amerika Pada tanggal 19 Mei 1924 di Omaha, Nebraska, seorang bayi kulit hitam lahir dan diberi nam...

Malcom X

Biografi Malcom X - Pendakwah Islam dari Amerika
Pada tanggal 19 Mei 1924 di Omaha, Nebraska, seorang bayi kulit hitam lahir dan diberi nama Malcolm Little. Kelak, bayi itu begitu terkenal dengan nama Malcolm X, dan setiap orang kulit hitam muslim di AS tahu siapa Malcolm X .”X”, nama yang diberikan oleh orang yang membuatnya menjadi muslim.”X” suatu cara untuk mengidentifikasikan dirinya dengan budak-budak hitam Afrika yang diangkut ke Amerika. Dulu, pada abad ke-19, bahkan nama orang-orang hitam itu tak diacuhkan oleh pedagang-pedagang budak, dan karena itu mereka hanya disebut sebagai “X”.
Malcolm X (19 Mei 1925–21 Februari 1965) adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang ketokohannya dapat disandingkan dengan Dr. Martin Luther King yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.
Malcolm Little, seperti kebanyakan kaum kulit hitam pada awal tahun 1900-an di Amerika, sering berkabung dalam kemelaratan, dan menghirup udara perbedaan perlakuan ras. Ayah Malcolm, Earl Little, adalah pendeta Gereja Baptis. Dia aktif dalam organisasi UNIA (Asosiasi Perbaikan Kaum Negro Sedunia). UNIA mengibarkan panji-panji kaum kulit hitam asli, dan menganjurkan kembali ke Afrika tanah nenek moyang mereka. Begitu tumbuh dewasa, Malcolm seperti ayahnya: tinggi, besar, dan gagah.
"Saya tahu masyarakat seringkali membunuh orang-orang yang berusaha mengubah mereka menjadi lebih baik. Jika saya mati dengan membawa cahaya bagi mereka dengan membawa kebenaran hakiki yang akan menghancurkan kanker rasisme yang menggerogoti tubuh Amerika Serikat (AS) semua itu terserah kepada Allah SWT. Sementara itu kesalahan atau kekhilafan dalam upaya saya itu semata-mata adalah dari saya sendiri". Demikianlah pesan terakhirnya dalam buku "Malcolm X", Sebuah Otobiografi yang ditulis oleh Alex Harley.

Semasa kecilnya Malcolm dan keluarganya sering menjadi sasaran penembakan, pembakaran rumah pelecehan dan ancaman lantaran ayahnya adalah anggota UNIA yang militan, hingga semuanya memuncak saat ayahnya dibunuh kelompok rasis kulit putih ketika Malcolm berusia enam tahun.
Kehilangan ayahnya merubah kehidupannya sehingga menjadi anak yang liar. Sekolahnya terputus tatkala usianya mencapai 15 tahun. Selanjutnya jalanan dan germerlap dunia hitam yang membuatnya terjerumus dalam berbagai kehidupan antargank pencurian mariyuana narkotika minuman keras perjudian dan pelacuran baik selagi di kampungnya maupun setelah pindah ke Harlem (wilayah terkenal bagi orang Negro) di New York

Pada usia 20 tahun dia diajukan ke pengadilan atas kasus pencurian dan ditahan hingga berusian 27 tahun. Seperti layaknya narapidana lainnya, banyak keonaran yang dia lakukan di penjara namun dia suka menyendiri di balik kamar tahanannya.
Dia menemukan apa yang dinamakan pencerahan diri mulai dari membaca menulis di dalam penjara Chalestown State. Kemudian terjadi surat-menyurat antara Malcolm dan saudaranya Philbert serta diskusi dengan saudara kandungnya Hilda yang sering mengunjunginya selama dipenjara khususnya mengenai ajaran agama Islam tempat kedua saudaranya adalah pengikut Nation of Islam (NoI). Berawal dari sinilah dia mengenal NoI, masuk Islam dan mengadakan kontak melalui surat-menyurat dengan Mr Elijah Muhammad, pimpinan sekaligus tokoh yang dianggap sebagai utusan Allah oleh pengikut NoI. Berkat Elijah-lah ia memahami ketertindasan dan ketidakadilan yang menimpa ras hitam sepanjang sejarah. Sejak itulah Malcolm X menjadi seorang napi yang kutu buku mulai dari menekuni sastra, agama, bahasa, dan filsafat.

Pada hari pembebasannya Malcolm langsung pergi ke Detroit untuk bergabung dengan kegiatan NoI. Dengan bergabungnya Malcolm, NoI berkembang menjadi organisasi yang berskala nasional. Malcolm sendiri menjadi figur yang terkenal di dunia,
mulai dari wawancara di televisi, majalah, dan pembicara di berbagai universitas dan serta forum lainnya. Kepopulerannya terbit berkat kata-katanya yang tegas dan kritis seputar kesulitan yang dialami kaum negro, diskriminasi, dan sikap kekerasan yang ditunjukkan kaum kulit putih terhadap kaummnya.

Namun sayangnya, NoI juga memberikan pandangan-pandangan yang bersikap rasis sehingga ia menolak bantuan apapun dari kalangan kulit putih yang benar-benar mendukung perjuangan antidiskriminasi. Bahkan selama 12 tahun Malcolm mendakwahkan bahwa orang kulit putih adalah iblis dan yang terhormat adalah Elijah Muhammad adalah utusan Allah.

Pandangan tersebut tentu saja bertentangan dengan ajaran Islam sendiri yang tidak membedakan kehormatan dan kehinaan seseorang berdasarkan ras serta tidak ada nabi sesudah Nabi Muhammad SAW.

Pandangan rasis dari NoI membuat Malcolm kemudian menyadari bahwa hal tersebut sebagai sebuah ajaran yang tidak rahmatan lil alamin. Karena hal itu Ia pun keluar dari NoI dan berniat mendirikan organisasi sendiri, selain masalah internal NoI.

Bahkan Malcolm mengatakan, dirinya sering menerima teguran bahwa tuduhan white indicting yang dia lontarkan tidak memiliki dasar dalam perspektif Islam. Di antaranya yang memberikan teguran adalah justru dari kalangan Muslim Timur tengah atau Muslim Afrika Utara. Meski demikian mereka menganggap dia benar-benar memeluk Islam dan mengatakan jika dia berkesempatan mengenal Islam sejati pasti akan memahami ajarannya dan memegang teguh ajarannya.

“Pada usiaku yang ke-39, aku berada di kota suci Mekah. Saat itulah, untuk pertamakali dalam hidupku, aku berdiri di hadapan Ciptaan Yang Mahakuasa dan aku merasa menjadi manusia utuh.” (The Autobiography of Malcolm X, seperti yang dituturkan kepada Alex Haley)

Setelah melakukan perjalanan ibadah haji dia mendapatkan gambaran yang berbeda dari pandangannya selama ini, apalagi setelah melihat jamaah haji yang berkumpul dari belahan bumi, dari berbagai ras, bangsa dan warna kulit yang semua memuji Tuhan yang satu dan tidak saling membedakan

Beliau berkata, "Pengalaman haji yang saya alami dan lihat sendiri benar benar memaksa saya mengubah banyak pola pikir saya sebelumnya dan membuang sebagian pemikiran saya. Hal itu tidaklah sulit bagi saya." Kata-kata ini sebagai bukti bahwa dirinya mengubah pandangan dari memperjuangkan hak sipil orang negro ke gagasan internasionalisme dan humanisme Islam. Malcolm X pun berganti nama menjadi Haji Malik kemudian berkata:

"Perjalanan haji telah membuka cakrawala berpikir saya dengan menganugerahkan cara pandang baru selama dua pekan di Tanah Suci. Saya melihat hal yang tidak pernah saya lihat selama 39 tahun hidup di Amerika Serikat. Saya melihat semua ras dan warna kulit bersaudara dan beribadah kepada satu Tuhan tanpa menyekutukannya. Benar pada masa lalu saya bersikap benci pada semua orang kulit putih namun saya tidak merasa bersalah dengan sikap itu lagi karena sekarang saya tahu bahwa ada orang kulit putih yang ikhlas dan mau bersaudara dengan orang negro. Kebenaran Islam telah menunjukkan kepada saya bahwa kebencian membabi buta kepada semua orang putih adalah sikap yang salah seperti halnya jika sikap yang sama dilakukan orang kulit putih terhadap orang negro".

Malcolm X akhirnya mendirikan Organization of Afro-American Unity pada 28 Juni 1964. Pada 21 Februari 1965, pada saat akan memberi ceramah di sebuah hotel di New York, Malcolm X tewas diujung peluru tiga orang Afrika-Amerika yang ironisnya dia perjuangkan nilai-nilai dan hak-haknya serta tidak ada yang tahu siapa dan apa di balik kematiannya. Kendati demikian, impian Malcolm X menyebarkan visi antirasisme dan nilai-nilai Islam yang humanis, menggugah kalangan Afro-Amerika dan dunia.
Malcolm X (19 Mei 1925–21 Februari 1965) adalah tokoh muslim amerika keturunan Afrika-Amerika yang ketokohannya dapat disandingkan dengan Dr. Martin Luther King yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.
Malcolm X lahir pada tanggal 19 Mei 1925 di Omaha, Nebraska dengan nama asli Malcolm Little. ibunya bernama Louise Little dan ayahnya bernama Pendeta Earl, seorang pendeta baptis dan anggota UNIA (Universal Negro Improvement Association) yakni sebuah organisasi yang dirintis oleh Marcos Aurelius Garvey untuk mewadahi perbaikan hidup bagi orang orang negro.
Semenjak keci malcom sudah merasakan diskriminasi dari kulit putih,penembakan,pembakaran rumah dan kekerasan lain yang selalu menimpa kulit hitam ia saksikan hampir setiap hari.
Ia pernah di penjara selama 7 tahun pada usia 20 dengan tuduhan pencurian,Malcom mulai menemukan titik pencerahan selama di penjara,kedua saudaranya adalah pengikut Nation of Islam (NoI). Berawal dari sinilah dia mengenal NoI, masuk Islam dan mengadakan kontak melalui surat-menyurat dengan Mr Elijah Muhammad, pimpinan sekaligus tokoh yang dianggap sebagai utusan Allah oleh pengikut NoI. Berkat Elijah-lah ia memahami ketertindasan dan ketidakadilan yang menimpa ras hitam sepanjang sejarah. Sejak itulah Malcolm X menjadi seorang napi yang kutu buku mulai dari menekuni sastra, agama, bahasa, dan filsafat.
Malcolm X akhirnya mendirikan Organization of Afro-American Unity pada 28 Juni 1964. Pada 21 Februari 1965, pada saat akan memberi ceramah di sebuah hotel di New York, Malcolm X tewas diujung peluru tiga orang Afrika-Amerika yang ironisnya dia perjuangkan nilai-nilai dan hak-haknya serta tidak ada yang tahu siapa dan apa di balik kematiannya. Kendati demikian, impian Malcolm X menyebarkan visi antirasisme dan nilai-nilai Islam yang humanis, menggugah kalangan Afro-Amerika dan dunia.

Rabu, 12 September 2012

sugiarto: Filsafat Sejarah

sugiarto: Filsafat Sejarah: Filsafat secara harfiah berasal kata Philo berarti cinta, Sophos berarti ilmu atau hikmah, jadi filsafat secara istilah berarti cinta terhad...